Selasa, 15 Januari 2013

kolong jembatan Tomang

Diposting oleh olivia ciu di 1/15/2013 05:12:00 AM
Kota metropolitan, kota yang penuh sejuta kemegahan, termasuk jalan layang yang melintang..
Melintas dari ujung ke ujung dengan tiang pancang yang kokoh dan dilintasi kendaraan mewah.
Diantara hiruk pikuk lalu lintas ibu kota, diantara kemegahan gedung-gedung besar, ada satu kehidupan yang terabaikan, karena orang-orang hanya sibuk memikirkan diri mereka sendiri. Ketidakpedulian telah menjadi budaya yang sangat dibanggakan..
Dibawahnya terdapat kehidupan. Rumah petak berjejalan, beratapkan jembatan dan beralaskan trotoar.. Mereka tidak peduli, yang penting ada tempat berteduh untuk mereka. Di kolong lah tempat mereka bernaung.
Yaa.. Kolong Jembatan !


Bertahun-tahun mereka hidup dibawah kolong jembatan beton. Mereka tegar menjalani hidup yang berat,  sekokoh beton jembatan jaman orde baru. Mereka hidup di bawah deru kendaraan bermotor yang melintasi jembatan, kesulitan air bersih, tanpa lampu penerangan, dan berkawan nyamuk pada malam hari. Tidak goyah sedikitpun karena badai, bergeser karena banjir, dan tidak lapuk dimakan usia.




Ketika banjir melanda, mereka harus bergesar mencari tempat untuk bernaung sampai banjir menyurut. Mereka tidak pernah letih dengan keadaan tersebut.


SENTIMEN miring mengenai sikap dan perilaku orang-orang kolong jembatan tidak terbukti di sini. Suasana santai dan ramah mereka hadirkan menyambut siapa saja yang ingin melihat ataupun sejenak merasakan bagaimana tinggal di kolong jembatan.




Marilah kita mensyukuri apa yang telah kita punya. Kehiduapan kolong itulah sebagai contoh kita untuk selalu bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan pada kita :)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Melvico Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review